Teknik Melakukan Pembibitan Burung Merpati

Teknik Melakukan Pembibitan Burung Merpati – Burung merpati merupakan burung yang umum dipelihara oleh masyarakat Indonesia. Terkadang burung merpati lebih dikenal sebagai burung dara di masyarakat. Burung ini tergolong burung yang mudah dipelihara dan tidak perlu dilakukan penjagaan dengan kandang secara terus menerus. Burung merpati memiliki kebiasaan untuk terbang keluar dari kandang di pagi hari dan kembali dengan sendirinya di sore hari. Kebutuhan pakannya pun tidak terlalu sulit dan dapat dibeli dengan mudah di toko pakan. Penggiat burung merpati biasanya memiliki alasan yang berbeda-beda dalam memelihara merpati. Ada yang digunakan untuk menghias, ada yang digunakan untuk membalap, dan ada pula yang digunakan untuk dijual menjadi bahan konsumsi makanan.

burung merpati

Berdasarkan alasan-alasan tersebut permintaan akan kebutuhan burung merpati terus meningkat. Tentunya semakin meningkat pula individu ataupun lembaga yang melakukan upaya pembibitan merpati, untuk tujuan keuntungan. Burung merpati sendiri tergolong mudah dikembangbiakkan dan hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat. Hanya dalam kurun waktu 30-35 hari, sepasang burung merpati dapat menghasilkan keturunan anak-anak merpati. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam teknik melakukan pembibitan merpati.

  • Persiapan pembibitan; persiapan dalam pembibitan dilakukan dengan memilih induk sepasang merpati. Induk yang dipilih baiknya berada dalam rentang usia 5 hingga 8 bulan. Pada usia tersebut, sebaiknya burung merpati sudah melakukan perkawinan pertamanya. Karena sifatnya yang sangat setia, merpati hanya akan memiliki satu pasangan kecuali dipisahkan oleh kematian ataupun kejadian lain yang disebabkan oleh manusia. Oleh karena itu, penting untuk memilih bibit dari induk yang sehat karena akan menguntungkan untuk melakukan reproduksi hingga usia 6 tahun.
  • Proses penjodohan; penjodohan dilakukan dengan menyatukan sepasang merpati dalam satu kandang selama satu hari satu malam. Ulangi hingga hari keempat dan perhatikan reaksi merpati jantan. Jika merpati jantan mematuki merpati betina, maka merpati tersebut telah berjodoh dan siap dikawinkan.
  • Proses perkawinan; merpati jantan akan menunjukkan tanda-tanda siap melakukan perkawinan dengan menggembungkan tembolok dan memekarkan sayapnya. Betina yang menerima tanda dari si jantan kemudian akan menyatu dan melakukan perkawinan.
  • Proses bertelur; setelah melakukan perkawinan, biasanya peternak harus menyediakan ranting-ranting untuk dibuat menjadi sarang oleh merpati jantan. Setelah sarang berhasil dibuat, merpati betina akan langsung bertelur. Selang 24 jam kemudian merpati akan kembali bertelur. Dalam satu kali proses bertelur biasanya angka harapan telur menjadi anak merpati adalah dua telur.
  • Proses pengeraman; setelah bertelur kedua merpati baik yang jantan maupun betina bahu membahu mengerami telur tersebut. Masa pengeraman adalah sekitar 17 hari untuk peneluran pertama, dan selang 48 jam untuk peneluran kedua, dan seterusnya sesuai urutan penelurannya.

Baca Juga :

Sesaat setelah masa pengeraman selesai, anak-anak merpati kemudian terlahir dengan menetas dari telur ke dunia. Keberhasilan telur menetas menjadi anak-anak merpati tersebut merupakan tanda keberhasilan pembibitan merpati yang dilakukan. Bagaimana menurut anda, mudah bukan melakukan pembibitan merpati?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Juraganburung.com - Informasi Seputar Burung Kicauan Indonesia © 2016 Frontier Theme
Ompoker.asia Judi Online, Qiu Qiu, Poker Online, Capsa Susun Terpercaya